Jelang 346 Tahun Usia Kota Samarinda
Banjir Masih Hantui Warga

Banjir yang sering kali terjadi di Samarinda membuat aktifitas perekonomian tersendat.
Banjir yang sering kali terjadi di Samarinda membuat aktifitas perekonomian tersendat.
Photo: Antara

mySAMARINDA.com - 18/01/2014 08:57 WITA
Banjir sering kali menjadi momok yang paling menakutkan bagi masyarakat kota Samarinda. Persoalan pelik seperti benang kusut seakan tak pernah terurai jika berbicara mengenai masalah banjir di ibukota Kalimantan Timur itu.


Kondisi itu bahkan tetap dirasakan warga Samarinda jelang bertambahnya usia Kota Tepian ke-346 tahun pada 21 Januari mendatang. Terbaru, tiga hari yang lalu, kota Samarinda kembali diterjang banjir besar hingga sempat membuat lumpuhnya aktifitas perekonomian.


Menanggapi hal itu. Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim, Isal Wardana, mengatakan masalah banjir di kota Samarinda disebabkan buruknya tata ruang kota. "Bisa dilihat, ruang terbuka hijau di Samarinda masih belum mencapai 30 persen. Dan kenyataan hingga sekarang RTH tidak naik-naik," katanya.


Ditambahkan Isal, digelontorkannya dana miliaran rupiah untuk penangganan banjir di Samarinda oleh Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda akan lebih baik juga menyentuh rehabilitasi ekologi. "Hal yang utama adalah perbaikan rehabilitasi ekologi karena infrastruktur itu pencegahan hanya komplementer, dia bukan yang menjadi hal yang utama," tambah Isal.


Senada dengan Isal, formatur Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim, Arief Rahman Hakim mengatakan konsep penanggulangan banjir yang masterplan-nya kini sedang di matangkan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) kota Samarinda seharusnya tidak hanya berpatok pada pekerjaan fisik.


"Didalam masterplan banjir itu seharusnya juga ada rehabilitasi kawasan resapan air, hutan dan sungai. Jadi tidak hanya berpatok kepada insfratruktur seperti polder air, drainase dan kanal-kanal," ungkap Arief.


Menurutnya persoalan pertambangan dan pembukaan lahan perumahan di kota Samarinda sendiri disinyalir memperparah banjir di kota Samarinda. "Dari data yang dikeluarkan Walhi, dari total keseluruhan izin pengupasan lahan di Samarinda, 70 persen diantaranya adalah izin pertambangan," tutupnya. (Rid)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved