Wauw! Kaltim Siap Jadi Ibukota RI
Awang Faroek Sebut Kaltim Pulau Harapan

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menilai Kalimantan Timur sebagai pulau harapan.
Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menilai Kalimantan Timur sebagai pulau harapan.
Photo: Hms

mySAMARINDA.com - 22/01/2014 00:04 WITA
Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, menyatakan siap apabila Pemerintah pusat ingin memindahkannya ibukota negara dari Jakarta ke provinsi Kaltim. Hal itu diungkapknya kepada wartawan saat berbicara di Indonesia Investor Forum 3 di JCC, Jakarta Selasa (21/1).


Awang menegaskan bahwa Kaltim telah menjelma menjadi pulau harapan. Pendapatan daerah yang mencapai Rp470 triliun atau nomor dua terbesar di Indonesia adalah gambarannya. Produksi batu bara Kaltim yang mencapai 220 juta ton per tahun, di luar potensi gas dan minyak bumi seperti Blok Mahakam, juga ikut dibeberkannya.


"Human Development Index kami sudah nomor lima se-Indonesia. Jadi pindahkan saja ibukota Indonesia ke Kaltim. Jawa sudah masa lalu," kata Awang Faroek.


Awang menambahkan saat ini Kaltim mempunyai wilayah perkebunan kelapa sawit seluas 1 juta hektare (ha) dari 2,4 juta ha dan dalam beberapa tahun ke depan, lahan perkebunan kelapa sawit di Kaltim akan melebihi luas wilayah perkebunan kelapa sawit di Malaysia.


"Belum lagi sektor kelautan, udang kita sekarang nomor satu di dunia. Sehingga semua kekayaan ini bisa mengantarkan Kaltim mencatatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp 470 triliun dengan pendapatan per kapita di posisi nomor dua di Indonesia," ucap dia.


Tak puas dengan hal itu, Awang Faroek juga mengeritik balik anggapan bahwa Pemerintah Daerah selama ini merupakan penghambat pembangunan.


"Justru Pemerintah Pusat ini yang sering mempersulit. Misalnya, komitmen Presiden sudah kami dapat. Tetapi begitu masuk ke eselon satu dan dua, disitu macetnya bukan main. Silakan kita teliti berbagai kebijakan. Itu yang terjadi," tambah dia.


Selain itu, Gubernur Kaltim yang baru kembali terpilih beberapa bulan lalu itu juga menyampaikan uneg-unegnya perihal penyediaan energi terhadap daerahnya.


Menurut Awang meski dicap sebagai lumbung energi, faktanya mereka justru antri membeli minyak. "Ini Aneh kan? Pulau Jawa malah tidak pernah antri minyak, tidak pernah terjadi konflik horizontal karena minyak," (Rid/*)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved