Bisa Digoyang Gratis Asal Sudah Kenal
Prostitusi Terselebung Amor Samarinda

Faktor ekonomi dan pergaulan bebas menjadi alasan utama seseorang menjadi PSK
Faktor ekonomi dan pergaulan bebas menjadi alasan utama seseorang menjadi PSK
Photo: ilustrasi

mySAMARINDA.com - 23/01/2014 01:21 WITA
Malam kamis (22/1) kemarin, sekitar pukul 21.00 wita di kawasan GOR Segiri Samarinda ratusan anak motoran (amor) terlihat lalu lalang menggeber kuda besi pacuannya. Rata-rata dari mereka banyak yang masih berusia belia, bahkan ada yang masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama(SMP). Tak hanya pria, amor ternyata juga datang dari kalangan wanita.


Tak ingin kalah gaul, wanita-wanita muda ini pun rela berdandan layaknya wanita dewasa. Celana pendek sepaha, baju terbuka dibagian bahu serta balutan make-up yang menyala menjadi pemandangan biasa ditengah mereka. Bahkan kabarnya, ada beberapa amor wanita yang berani menjual keindahan tubuhnya ditengah hingar bingar derungan suara knalpot.


Kamipun berusaha mencari tahu aktifitas prostitusi terselebung anak motoran di Kota Tepian. Berbekal informasi dari beberapa amor lainnya, kami bertemu dengan seorang wanita berparas ayu. Sebut saja namanya, Mawar.


Diawal perkenalan dengan kami, wanita berkulit kuning langsat bermata sipit itu terlihat sedikit jutek dan lebih memilih sibuk berkomunikasi dengan teman sebayanya. Maklum suasana saat itu masih ramai.


Namun, ketika lapangan parkir GOR Segiri yang dijadikan arena dragrace dadakan mulai terlihat sepi, Mawar mendatangi kami. "Iya mas tadi kenapa cari saya," ujarnya.


Sekitar setengah jam berbasa-basi, kami pun memberanikan diri menerangkan maksud tujuan bertemu dengannya. Mawar yang saat itu sudah paham dengan keinginan kami, bersedia menceritakan pengalamannya.


"Tapi jangan bongkar identitas saya ya mas, ini saya lakukan karena saya memang perlu uang untuk biaya sekolah, teman-teman juga cuma beberapa orang saja yang tahu," ingat Mawar yang kini duduk di kelas 1 SMA di Samarinda Utara.


Dikisahkan Mawar, profesi ini sudah dia jalani sejak setahun terakhir. Kala itu dirinya masih duduk dibangku SMP swasta. Berlatar keluarga yang kurang mampu serta korban dari pergaulan seks bebas menjadi dasar alasan Mawar menjadi PSK (Pekerja Seks Komersil).


"Awalnya nggak nyangka. Dulu waktu SMP-kan saya pernah dekat sama cowok. Ya saya anggap kakak-kakakan gitu. Trus saya dikasih uang 500 ribu buat gituan. Ya karena memang suka sama dia, saya mau," ujarnya.


Seusai kejadian itu, Mawar baru sadar, pria yang disukainya tersebut ternyata hanya mengincar kesuciannya. Pria yang diharapkannya bakal menjaganya justru merusak hidupnya dan menghilang entah kemana. "Sempat galau juga waktu itu," lirih Mawar.


Seiring berjalan waktu, Mawar yang terbelit keperluan sehari-hari, ditambah minimnya uang jajan dari keluarganya, menyakinkan diri untuk benar-benar terjun sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang.


"Kalau tarif nggak pasti, kalau dikasih Rp200 ribu ya saya ambil. Tapi kalau ditanya berapa, saya bilang one shoot (sekali main) Rp300 ribu. Kebanyakan yang saya layani justru bukan teman-teman amor, tapi om-om," sahut Mawar sembari tersenyum.


Untuk bisa menikmati tubuh Mawar, para pria hidung belang biasanya tinggal menghubungi melalui smartphone miliknya. Namun, jika tak dalam posisi mendesak, dalam sebulan, Mawar mengaku tak banyak menerima tamu. Maklum, profesi ini dia jalani secara diam-diam. Meski dikalangan amor sendiri, Mawar terkenal sering bergonta-ganti pasangan.


"Tapi ada juga loh yang nggak bayar, tapi asal kenal. Lokasinya juga beda, kalau sama om-om saya diajak ke hotel atau main di mobil. Kalau sama pacar, biasanya di kost. Saya juga pernah diajak teman kencan ke gunung-gunung yang sepi gitu," pungkas Mawar santai. (Rid)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved