Di Samarinda, Pasar Modern Dianggap Membunuh
Kesal, Ratusan Pedagang Tradisional Mengamuk

Keberadaan minimarket yang menjamur di Samarinda menimbulkan kecemburuan dikalangan pedagang kaki lima.
Keberadaan minimarket yang menjamur di Samarinda menimbulkan kecemburuan dikalangan pedagang kaki lima.
Photo: SSC

mySAMARINDA.com - 07/02/2014 09:20 WITA
Forum Persatuan Saudagar (FPS), Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional (APPT) dan Solidaritas Mahasiswa Samarinda kemarin melakukan aksi protes terhadap sejumlah mini market di kota Samarinda.


Bahkan dalam aksi tersebut, juga dilakukan penyegelan terhadap beberapa minimarket seperti Alfa Midi, Era Mart dan Indomaret. Bahkan, salahsatu toko Indomaret di Jl KH Wahid Hasyim menjadi sasaran amuk massa. Kaca etalase secara tiba-tiba pecah. Setelah kejadian, toko itupun praktis tak bisa beroperasi dan memilih meliburkan karyawan/karyawati.


"Mau diapain, kami kaget diserang banyak orang. Karyawan perempuan kami juga sampai ketakutan," ungkap salah satu karyawan Indomaret. "Selain pecahin kaca, mereka juga melakukan corat-coret bertuliskan disegel," tambahnya.


Disisi lain, koordinator aksi Sulaeman Hattase mengatakan aksi ini adalah bentuk kekecewaan mereka yang memuncak terhadap sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang terkesan melakukan pembiarkan.


"Ini membunuh usaha kami, kami sudah sering melapor ke Pemkot terkait permasalahan ini, tapi tidak ada tanggapan serius. Yang kami sesalkan, ada banyak pasar modern yang tidak memiliki ijin tapi tetap maksa membuka usaha mereka ditengah-tengah usaha pedagang kecil," jelasnya.


Kemarin, aksi ini sendiri di awali di Stadion Sempaja Samarinda. Setelah itu mereka melakukan konvoi roda dua sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 wita. Menyisir keberadaan Indomaret dan sejenisnya, beberapa wilayah yang mereka sasar diantaranya Jl Ir H Juanda, Jl Pangeran Antasari, Jl KH Wahid Hasyim, Jl Pramuka, Jl Muhammad Yamin, Jl Gunung Merbabu dan Jl RE Martadinata.


Dalam aksi sweeping ini, beberapa petugas kepolisian juga terlihat berjaga-jaga ditengah kerumunan massa. Sweeping ini pun berakhir di Palaran dan massa melanjutkan aksinya di kantor Balikota untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada Pemkot Samarinda. (Rid/*)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved