Sekaligus Bersihkan Drainase
Kelurahan Air Hitam Tata PKL Juanda 8


Drainase di Jl. Juanda 8 Kelurahan Air Hitam ini dibersihkan untuk memperlancar aliran air. Selain itu, pihak kelurahan juga menata ulang PKL yang berjualan diatas drainase tersebut.Drainase di Jl. Juanda 8 Kelurahan Air Hitam ini dibersihkan untuk memperlancar aliran air. Selain itu, pihak kelurahan juga menata ulang PKL yang berjualan diatas drainase tersebut.
Photo: Hafid/mySAMARINDA


Teguh Sulistiono, Lurah Air Hitam saat turun langsung ke lokasi kerja bakti di daerahnya.
Teguh Sulistiono, Lurah Air Hitam saat turun langsung ke lokasi kerja bakti di daerahnya.
Photo: Hafid/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 21/02/2014 11:58 WITA
Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas drainase pada kawasan Juanda 8 dan Juanda 7 di tata ulang pihak Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu. Para PKL diminta untuk tak berjualan diatas drainase dan pindah ke tempat lain.


Lurah Air Hitam, Teguh Sulistiono mengatakan ada sekitar enam PKL yang berjualan sejak siang hingga malam hari di atas drainase pada kawasan tersebut. Sebelumnya, pihaknya juga telah memberitahukan agar para PKL dapat pindah dan berjualan di tempat lain.


"Pagi ini kami langsung bongkar penutup drainase yang dipakai mereka (PKL) berjualan. Karena sampah dan sedimentasi pada drainase tak dapat kami bersihkan. Sekaligus kami juga lakukan kerj bakti membersihkan drainase tersebut," ucap Teguh, kepada MySamarinda, Jumat (21/2).


Pekan depan, lanjut Teguh, pihak kelurahan akan memanggil para PKL tersebut dan juga beberapa pemilik toko. Hal ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para PKL untuk dapat berjualan di depan ruko tersebut.


"Pekan depan kami kumpulkan pemilik ruko dan pedagang, ini upaya kami mencarikan solusi tempat berjualan PKL. Jangan sampai mereka kembali berjualan di atas drainase dan membuat buntu dan menghambat aliran air," tuturnya.


Kegiatan kerja bakti itu juga melibatkan Barisan Sukarelawan Kebakaran dan Bencana (Balakarcana) Jambu, Satpol PP, Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Samarinda serta warga di RT 07 dan 06. Selain mengeruk sedimentasi pada drainase, kegiatan tersebut juga mengangkat sampah yang menghambat aliran air. "Semoga kawasan ini tak lagi kebanjiran, paling tidak dapat mengurangi genangan air," pungkas Teguh. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved