Samarinda Jangan Produksi Pengangguran Intelektual


 Jaang ketika di ruang praktek otomotif SMKN 13 Penerbangan, Lok Bahu, Samarinda. Jaang ketika di ruang praktek otomotif SMKN 13 Penerbangan, Lok Bahu, Samarinda.
Photo:


Jaang saat blusukan ke beberapa sekolah menengah kejuaraan di Samarinda.
Jaang saat blusukan ke beberapa sekolah menengah kejuaraan di Samarinda.
Photo: Humas Samarinda

mySAMARINDA.com - 19/06/2013 21:57 WITA
Kota Samarinda memang terus menggenjot sekolah-sekolah kejuruan untuk menekan masalah pengangguran, namun jangan sampai sekolah kejuruan itu malah memproduksi pengangguran intelektual.


“Memang suatu kebanggaan bagi kita dengan memiliki SMK dengan keahlian penerbangan. Tapi kita juga harus realistis, kemana mereka setelah lulus. Jangan kita malah memproduksi pengangguran intelektual,” ucap Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang ketika meninjau SMKN 13 “Penerbangan” di Jl Ringroad II Lok Bahu, Rabu (19/6).


Apalagi sebutnya seperti pengakuan salah satu guru saat kunjungan kemarin, lulusan sekolah tersebut adanya yang bekerja sebagai satpam, pabrik roti, bukan sesuai keahlian yang didapat sesuai kompetensinya.


“Tolong Pak Ibnu (Kadisdik) dan Pak Sekda untuk dievaluasi jurusan penerbangan ini, karena sudah memasuki PSB (Penerimaan Siswa Baru). Apalagi ada orang tua murid yang datang ke saya, yang menyampaikan uang prakteknya sampai Rp 5 Juta. Ternyata memang wajar, karena harus praktek ke Yogyakarta,” tegasnya.


Jaang menyebutkan tidak ada kebijakan untuk membuat sekolah baru, namun untuk menambah jurusan masih boleh, itupun jurusan unggulan dan outputnya pun ada. SMKN 13 ini, selain kompetensi penerbangan, ada juga teknik otomotif, teknik industry dan bisnis manajemen.


“Saya berencana kedepan supaya alat-alat berat milik pemkot seperti yang ada di Dinas Kebersihan yang sudah kadaluarsa supaya diserahkan ke SMK-SMK untuk diperbaiki bahkan kalau bisa dikanibal. Jadi menjadi bermanfaat,” imbuh Jaang dibenarkan Sekkot Zulfakar.


Dari SMKN 13, rombongan wali kota juga meninjau SMKN 15 yang bersebelahan dengan SMKN 13. Kemudian melanjutkan ke lokasi rencana pembangunan sekolah terpadu SMAN 14, SMKN 12 “Pelayaran” dan SMPN 38di Jl Jakarta 2 komplek Daksa. Namun yang dibangun lebih awal SMAN 14. Di luar jadwal kunjungan, wali kota juga mengajak rombongan untuk meninjau SMAN 1 dan SMPN 1 di Jl Kadrie, termasuk proyek jalan alternative akses ke SMPN 1/SMAN 1 lewat HM Ardans.


Selain wali kota, Zulfakar mengingatkan kepada pelaksana proyek jalan akses SMPN 1 ini supaya selalu koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP). “Kalau ada kendala, cepat dikoordinasikan. Jangan sampai hal sepele, nanti berlarut-larut sehingga penyelesaian proyek meleset. Pak Maulana (Kepala DBMP), tolong dipantau pekerjaannya,” pesan Zulfakar yang juga mantan Kepala DBMP. (Hms)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved