Kurangi Tekanan Air di Pelita VII Sambutan
Empat Perusahaan Tambang Bangun Kolam dan Drainase

Wawali Samarinda minta empat perusahaan tambang yang beraktivitas di kawasan Pelita VII Kelurahan Sambutan diminta membangun drainase, revegtasi dan kolam penampungan air.
Wawali Samarinda minta empat perusahaan tambang yang beraktivitas di kawasan Pelita VII Kelurahan Sambutan diminta membangun drainase, revegtasi dan kolam penampungan air.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 07/03/2014 17:02 WITA
Dipimpin langsung Wakil Walikota (Wawali) Samarinda, Nusyirwan Ismail bersama dengan intansi terkait melakukan tinjauan terhadap banjir yang kerap terjadi di Pelita VII Kelurahan Sambutan.


Empat perusahaan yang melakukan aktivitas tambang tersebut adalah CV Arjuna, PT Prima Panca Mining (PPM), PT Kalimantan Sumber Energi (KSE) dan PT Cahaya Energi mandiri (CEM) bersama warga sepakat untuk membangun kolam dan drainase.


Pertama tinjauan dimulai dengan melihat drainase yang dibangun oleh empat perusahaan tersebut yang saat ini masih tersisa 116 meter. Drainase itu akan disalurkan ke gorong-gorong di pinggir jalan besar untuk diteruskan ke anak sungai.


"Kami berharap dalam waktu dekat ada kemajuan yang pesat, sehingga tekanan air dapat segera dikurangi. Untuk pembangunana drainase ini seluruh perusahaan sudah siap untuk menyelesaikan," ucap Nusyirwan.


Selain itu Wawali beserta rombongan melanjutkan peninjauan pada bekas lahan tambang KSE yang berdampak banjir di Jl Sultan Sulaiman. Untuk itu PT KSE diminta untuk dapat memperbanyak 'cover crop' (tanaman pelindung) untuk mengurangi air yang turun ke jalan.


"Hal ini diakibatkan lambatnya melakukan penanaman kembali pada bekas lahan tambang. Untuk itu pihak perusahaan diminta untuk melakukan revegetasi pohon atau tumbuhan dengan cepat, minimal enam bulan sudah terlihat progresnya," tegasnya.


Kemudian untuk PPM, selain diminta untuk menanam 'cover crop' juga harus membuat 'Setling Pond' (kolam penampungan) bersama dengan empat perusahaan lainnya. Khusus untuk pembuatan kolam penampungan empat perusahaan tersebut akan memiliki tanggung jawab masing-masing yang nantinya akan diatur oleh Badan Lingkungan Hidup (BHLH) Samarinda.


"Senin depan, BLH sudah harus menyurati perusahaan terkait tanggung jawab pembuatan kolam itu, sehingga tiap perusahaan punya andil terhadap banjir yang kerap terjadi di Pelita VII. Jadi solusinya ada dua, percepat revegatasi dan buat kolam. Untuk pengawasan akan dilakukan BLH," pungkasnya. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved