Warga Lok Bahu Terisolir Banjir Lumpur
600 Jiwa dan Satu Sekolah Jadi Korban

Warga di kawasan RT 18 dan 19 Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang terisolir akibat banjir lumpur akibat tambang.
Warga di kawasan RT 18 dan 19 Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang terisolir akibat banjir lumpur akibat tambang.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 07/03/2014 17:20 WITA
Hujan yang turun subuh tadi ternyata juga membuat warga di RT 18 dan 19 Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang terisolir akibat banjir lumpur. Ketinggian air mencapai satu meter yang mulai menggenang pada pukul 05.00 subuh Kamis kemarin.


Salah seorang warga, Heri Kiswanto menuturkan, banjir yang terjadi kali ini terbilang parah dan mengakibatkan warga tak bisa keluar dari kawasan tersebut untuk beraktivitas. "Dalam enam bulan ini sudah tiga kali terjadi banjir. Tampaknya ini yang paling parah," ujar Heri, kepada mysamarinda.


Lurah Lok Bahu, Jumar mengatakan, pada kedua RT tersebut ada sekitar 600 jiwa dan satu sekolah dasar (SD) yang turut kebanjiran. Pihak kelurahan juga sudah memberikan bantuan berupa bahan makanan kepada warga yang kebanjiran. "Sementara ini untuk SD terpaksa diliburkan dulu, karena siswa tak dapat lewati banjir tersebut," ungkap Juma.


Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail langsung meninjau ke lokasi bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Samarinda menyatakan bahwa banjir terjadi akibat aktivitas tambang PT Transisi Energi Sanutama (TES) dan PT Bukit Baiduri Energi (BBE).


"Hal ini akibat dari masih kurangnya pemeliharaan yang intensif oleh PT TES. Sedangkan BBE menumpuk 'over burden' (hasil galian tanah) berdekatan dengan pemukiman warga. Pekan depan BLAH dan Distamben akan panggil untuk mengambil langkah serius atas dampak yang ditimbulkan," papar Nusyirwan. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved