Perda Minimarket Retail Selesai Setelah Pemilu

Keberadaaan minimarket moderen di Kota Tepian nantinya juga akan diatur lewat Perda yang dibuat oleh DPRD Samarinda.
Keberadaaan minimarket moderen di Kota Tepian nantinya juga akan diatur lewat Perda yang dibuat oleh DPRD Samarinda.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 15/03/2014 09:05 WITA
Upaya Pemkot Untuk mengatur keberadaan minimarket moderen di Samarinda melalui Perwali akan diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda). DPRD Samarinda akan menggodok Perda itu setelah Pemilu pada 9 April mendatang.


Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengatakan, pihaknya berjanji akan selesaikan Perda tersebut setelah Pemilu atau sebelum masa jabatan mereka di periode ini habis. Serta mendukung upaya Pemkot yang menghentikan sementara berdirinya minimarket baru.


"Kami memang sudah didesak Pemkot untuk membuatkan Perda. Karena memang keberadaan ritel-ritel ini, seperti jam buka dan lain-lainnya, harus diatur dalam Perda. Insya Allah sebelum masa jabatan berakhir, kita tuntaskan," ucapnya, kepada MySamarinda.


Menurut data, saat ini ada sekitar 40 ritel yang sudah beroperasi di Samarinda, serta ada 200 lebih permohonan perizinan ritel waralaba yang masuk. Sehingga Perda diharapkan mampu menjadi payung hukum agar gelombang berdirinya ritel waralaba ini tidak merugikan.


"Untuk sementara dibentuk Perwali dulu. Dan memang harus begitu sambil menunggu Perdanya. Pemkot harus membuat tim yang diketuai Disperindag sebagai aturan menguatkan kebijakan pemerintah kota yang direkomendasi DPRD bahwa tidak lagi memberikan izin," tuturnya.


Ia menambahkan, keberadaan minimarket modern itu tidak bisa diperlakukan sebagai objek investasi, namun hal itu merupakan bentuk permainan pengusaha besar, dan berimbas pada matinya warung-warung kecil.


Begitu juga klaim keberadaaan minimarket itu menambah PAD melalui pajak, harus dilihat perbandingan antara besaran penghasilan daerah yang masuk dibanding pertambahan jumlah warga miskin di Samarinda, terutama yang mengaku kehilangan usaha.


"Pemerintah kita bukan kapitalis, tapi harusnya mensejahterakan rakyat dengan memberikan mereka peluang. Jadi bagaimana pun kita harus mendukung," paparnya. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved