Lurah Akan Cek Legalitas Izin
Warga Keluhkan Aktivitas Bongkar Muat

Lahan yang dulunya bengkel ini sudah berganti fungsi menjadi tempat bongkar muat peti kemas. Hal ini dikeluhkan warga sekitar serta merasa terganggu akibat aktivitas tersebut dan berharap ada kejelasan dari mengenai izin lahannya.
Lahan yang dulunya bengkel ini sudah berganti fungsi menjadi tempat bongkar muat peti kemas. Hal ini dikeluhkan warga sekitar serta merasa terganggu akibat aktivitas tersebut dan berharap ada kejelasan dari mengenai izin lahannya.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 21/03/2014 04:17 WITA
Adanya aktivitas bongkar muat peti kemas di salah satu bangunan besar pada Jl DI Pandjaitan, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Sungai Pinang, dikeluhkan warga sekitar.


Sebab suara yang ditimbulkan dari bongkar muat tersebut terdengar cukup keras dan serta getaran tanah juga membuat warga tidak nyaman berada di rumah.


Lurah Sungai Pinang Dalam Hairin menagakui, bahwa banyak warga yang melapor padanya dan mempertanyakan legalitas izin lokasi bangunan tersebut. Pasalnya, tidak pernah ada sosialisasi lahan bongkar muat peti kemas yang pernah didengar warga.


"Warga tahunya lahan tersebut adalah bengkel bengkel, bukan lahan bongkar muat peti kemas. Mungkin sudah beubah fungsi jadi gudang penyimpanan barang, tuturnya, kepada mySAMARINDA.


Ia juga setuju jika aktivitas bongkar muat peti kemas di tengah kota sangat mengganggu aktivitas lalu lintas. Karena bisa menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, apalagi di Jalan DI Pandjaitan, sektitar lokasi bongkar muat peti kemas tersebut jalur yang cukup padat. Pada jam-jam berangkat dan pulang bekerja selalu saja macet.


"Saya sudah monitor ke lapangan dan melihat bongkar muat peti kemas itu memang sudah tidak layak. Selain meresahkan warga, juga berada di tengah-tengah kota," tuturnya.


Dalam waktu dekat pihaknya juga berencana melakukan pemeriksaan ke lokasi tersebut untuk menanyakan izin dan dokumen lainnya. Selain itu, beberapa anggota DPRD Kota Samarinda juga meminta agar dirinya kembali memeriksa izin usaha tersebut.


"Beberapa waktu lalu anggota DPRD Kota Samarinda minta saya periksa izin peti kemas tersebut ke Badan Perizinan. Nanti kita akan periksa kembali ke sana untuk memastikan sebenarnya penyimpanan peti kemas itu legal atau ilegal," pungkasnya. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved