Pemkot Jamin Stabilitas Harga Ikan
Samarinda Selesaikan Pembangunan Cold Storage

Walikota Samarinda, Syaharie Jaang didampingi Ketua DPRD Samarinda, Siswadi meresmikan Cold Storage (tempat penyimpanan ikan) di PPI Selili.
Walikota Samarinda, Syaharie Jaang didampingi Ketua DPRD Samarinda, Siswadi meresmikan Cold Storage (tempat penyimpanan ikan) di PPI Selili.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 21/03/2014 04:26 WITA
Pemkot Samarinda telah selesai membangun Cold Storage di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Selili, Jl Lumba-Lumba. Diresmikan langsung Walikota Samarinda Syaharie Jaang, wadah penyimpanan ikan ini diyakini dapat menjaga harga ikan dan kualitas di pasar tradisional dapat terjaga. Hal ini diungkapkan Jaang, seusai meresmikan Cold Storage tersebut.


"Dengan adanya penyimpanan yang baik seperti ini akan menjaga kualitas ikan segar, sehingga membuat harga ikan jadi stabil dipasaran. Tentunya, manfaatnya juga akan dirasakan konsumen dan warga Kota Samarinda, apalagi kapasitas penyimpanan mencapai 40 ton," ungkap Jaang, kepada MySamarinda.


Ia melanjutkan, pemkot juga melakukan perbaikan pada beberapa bagian bangunan di PPI Selili tersebut, terutama untuk bagian atap dan lantai. Karena usulan tersebut disampaikan langsung Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Samarinda dan akan dibebankan lewat APBD murni tahun 2014.


"Memang tadi ada kerusakan yang disampaikan oleh perwakilan agen ikan dan tahun ini akan langsung diperbaiki. Jika belum selesai nanti akan dialihkan menggunakan APBD perubahan," imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Diskannak Samarinda, Syamsul Bachri mengatakan, pihaknya meyakini dengan adanya cold storage itu akan mengurangi pemakaian formalin pada ikan. Pasalnya, dengan adanya tempat penyimpanan menggunakan pendingin ini akan menjamin kesegaran ikan hingga dua minggu.


"Kami harapkan para nelayan juga tak menggunakan formalin lagi, karena ikan yang datang jika berlebihan bisa dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan ini. Dikhawatirkan dengan pemakaian formalin tersebut akan membuat harga ikan jatuh dan konsumsi ikan berkurang," ujar Syamsul.


Ia menjelaskan, konsumsi ikan di Samarinda perharinya mencapai 20 ton baik untuk ikan laut maupun ikan sungai. Namun pada saat stok ikan berlebih ini peran cold storage menjadi sangat penting sebagai tempat penyimpanan.


"Selama ini cara menjaga kualitas dengan memberikan es batu. Dengan adanya gudang penyimpanan ini maka tak perlu lagi ada penggunaan formalin," paparnya mengakhiri. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved