Terkait Rencana Penutupan Loa Hui
Dinkessos Akan Mulai Dengan Sosialisasi

Pengelola wisma dan penghuni Loa Hui ini sebelumnya akan direhabilitasi dan akan ada sosialisasi dari tim sebelum lokasi ini ditutup menjelang bulan Ramadan nanti.
Pengelola wisma dan penghuni Loa Hui ini sebelumnya akan direhabilitasi dan akan ada sosialisasi dari tim sebelum lokasi ini ditutup menjelang bulan Ramadan nanti.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 28/03/2014 05:06 WITA
Rencana Pemkot Samarinda untuk menutup Lokalisasi Suka Damai Lao Hui di Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir akan tetap dilanjutkan. Untuk mematangkan proses tersebut tim yang dibentuk beberapa waktu lalu memulai dengan sosialisasi kepada para penghuni dan pengelola wisma yang dilakukan oleh Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Samarinda.


Kepala Dinkessos Samarinda, Hermanto mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan inventarisasi permasalahan di sana. Inventarisasi tersebut juga termasuk soal apa yang dikehendaki para PSK tersebut. Di antaranya dengan pilihan hendak dipulangkan ke kampung halaman, mencari kerja yang lebih layak dan manusiawi, atau membuka usaha.


"Bentuknya nanti seperti kuesioner untuk menentukan pilihan bagi para penghuni dan pengelola wisma. Kalau mau membuka usaha semacam salon, kita akan upayakan untuk mencarikan modal usaha. Apalagi, untuk penanganan ini kita juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Kaltim," terangnya.


Kata dia, sejauh ini sosialisasi sudah sering mereka lakukan dan Para PSK maupun pengelola wisma di sana juga sebenarnya tak keberatan mengenai rencana penutupan tersebut. Namun dalam waktu dekat, Dinkessos akan memastikan dan menginventarisir masalaha kepada 253 PSK dan 42 pemilik wisma, untuk mengetahui aspirasi mereka.


"Mereka hanya minta supaya direhabilitasi. Jadi sebelum ditutup, terlebih dahulu harus dibina agar mendapatakan pekerjaan lain sebelum meninggalkan pekerjaannya sebagai PSK. Namun ini hasil survey kita setahun yang lalu," tuturnya.


Jika memang ada yang ingin pulang kampung, pihaknya pun siap untuk melakukan pemulangan dan semua biaya akan ditanggung. Namun semua itu dilakukan setelah proses inventarisir dan sosialisasi penutupan berjalan.


"Mereka maunya apa? Asalkan bisa meninggalkan aktivitas prostitusi untuk bekerja yang halal. Tapi kalau ada yang mau pulang kampung, siap kita pulangkan. Tapi dengan catatan, tidak boleh kembali lagi. Dan itu harus ada tanda tangan di atas materai," pungkas Hermanto. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved