Jamkesda Terintegrasi Dengan BPJS 2016

Keberadaan BPJS akan memperbaiki sistem rujukan terutama saat berobat ke Puskesmas, dokter praktek serta klinik.
Keberadaan BPJS akan memperbaiki sistem rujukan terutama saat berobat ke Puskesmas, dokter praktek serta klinik.
Photo: net

mySAMARINDA.com - 18/04/2014 09:24 WITA
Pemkot Samarinda siap untuk ikut dalam program jaminan kesehatan nasional (JKN) sebagaimana diamanatkan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) yang mulai diterapkan 1 januari 2014 lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda, Nina Endang Rahayu mengatakan, untuk tahap awal, JKN akan mulai berlaku bagi peserta Jamkesmas, PNS, TNI, Polri dan pensiunan.


"Nah untuk Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) akan terintegrasi dengan JKN mulai dilakukan 2016 mendatang. Ini dimungkinkan karena batas akhir Jamkesda terintegrasi dengan BPJS diberikan kesempatan hingga tahun 2019," katanya.


Ia menambahkan, untuk Jamkesda masuk dalam JKN di bawah BPJS baru beberapa daerah yang siap, Salah satunya Kota Tarakan. Sehingga jika nanti diserahkan ke BPJS maka diharuskan membayar iuran pada BPJS sebesar Rp 19.125 ribu.


"Dan untuk yang program Mandiri Rp25.500 kelas III, kelas II sebesar Rp45.500 dan kelas I membayar iuran Rp59.500. Ini yang bayar warga. Tapi untuk orang miskin tidak mampu dan data-data penyakit yang jangka panjang penanganannya saya akan memohon pada Pak Wali agar dibantu pemerintah," imbuhnya.


Keberadaan BPJS akan memperbaiki sistem rujukan pada pemeriksaan di tingkat pertama, seperti Puskesmas, dokter praktek serta klinik. Sehingga, lanjut Nina, di RSUD tidak perlu lagi ada poli umum karena sudah dikerjakan oleh dokter-dokter yang ada di Puskesmas atau praktek dokter.


"Kalau di rumah sakit ada poli umum yang dikerjakan dokter umum. Masa dokter umum merujuk ke dokter umum lagi. Maka saya usulkan untuk RSUD untuk poli-poli spesialis karena itu bentuknya rujukan," terangnya.


Dirinya, yakin keberadaan rumah sakit di Samarinda akan mampu menangani setiap rujukan, karena rumah sakit sudah disiapkan untuk menangani rujukan tingkat II dan tingkat III. Apalagi saat ini sudah ada sekitar enam Rumah Sakit Umum dan Swasta yang bekerjasama dengan BPJS


"Apalagi BPJS juga akan menggantikan lembaga jaminan sosial di indonesia, seperti lembaga asuransi jaminan kesehatan PT Askes dan lembaga jaminan sosial ketenaga kerjaan PT Jamsostek," pungkasnya. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved