SD 016 Samarinda Miliki Kelas Disabilitas


Perhatian besar terhadap pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus diperlihatkan walikota Samarinda saat berkunjung ke Sekolah Dasar 016 di Jl Antasari, Sungai Kunjang, Samarinda.Perhatian besar terhadap pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus diperlihatkan walikota Samarinda saat berkunjung ke Sekolah Dasar 016 di Jl Antasari, Sungai Kunjang, Samarinda.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA


 Walaupun banyak tidak nyambung dan masih belum paham apa yang diomongkan. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, tetap mencoba untuk berkomunikasi kepada anak berkebutuhan khusus di SD 016 Jl. Antasari.
Walaupun banyak tidak nyambung dan masih belum paham apa yang diomongkan. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, tetap mencoba untuk berkomunikasi kepada anak berkebutuhan khusus di SD 016 Jl. Antasari.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 18/04/2014 09:31 WITA
Sekolah Dasar 016 di Jl Antasari, Sungai Kunjang ini patut berbangga diri. Karena sejak 2011 lalu sudah memiliki kelas untuk anak berkebutuhan khusus agar dapat belajar seperti anak yang normal.


Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Kamis (17/4) kemarin, mengatakan menaruh perhatian besar terhadap pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Hingga saat ini, Kota Tepian baru memiliki dua sekolah untuk mengakomodir anak berkebutuhan khusus yakni, Sekolah Luar Biasa (SLB) dan SDN 016 yang memiliki program kelas inklusif.


"Sementara jika memasukan ke sekolah swasta maka biayanya akan sangat mahal. Saya juga pernah sering mendapat keluhan mengenai minimnya sarana seperti ini," ucap Jaang, kepada MySamarinda.


Sehingga Pemkot Samarinda juga berencana untuk membangun Gedung Pusat Layanan Autis Kota Samarinda di Batu Besaung, Kecamatan Samarinda Utara. Kemudian, pemkot juga menyiapkan mini bus untuk mengakomodir orang tua bersama anak-anaknya sebagai angkutan menuju sekolah.


"Saya tahu, biaya pendidikan khusus anak-anak ini tidak murah sehingga kami bersikeras untuk membangun sekolah khusus tersebut," tuturnya


Kepala SDN 016, Sapran menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya memang dapat menampung anak kebutuhan khusus. Ada delapan kelas untuk anak kebutuhan khusus dari kelas satu hingga kelas enam, yang mana kelas enam terdiri dari dua kelas.


"Kami tidak membedakan jenis kemampuan anak. Bagi kami mereka tetap anak-anak yang memerlukan perhatian, bukan malah dikucilkan. Mereka tetap dibina sama halnya dengan anak-anak lainnya," ungkap Sapran.


Dalam pembelajaran untuk anak kebutuhan khusus pun harus menggunakan dua guru, yang terdiri dari guru umum dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Anak kebutuhan khusus ini juga dapat bergabung dengan kelas formal jika anak dianggap mampu untuk menerima pelajaran 60 persen maka akan dipindah ke kelas formal. Bahkan, tak sedikit murid ABK yang berprestasi.


"Jika diasah dan dibimbing dengan baik, mereka punya kemampuan dan kreativitas yang tidak kalah dengan anak-anak normal," tandas Sapran. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved