Giliran Kepsek Diperiksa Kejari
Terkait Verifikasi Data Pegawai Kategori II Pemkot Samarinda

Aksi ratusan pegawai honorer untuk menuntut kesejahteraan mereka beberapa waktu lalu.
Aksi ratusan pegawai honorer untuk menuntut kesejahteraan mereka beberapa waktu lalu.
Photo: Ist

mySAMARINDA.com - 27/04/2014 20:22 WITA
Tim verifikasi data pegawai Kategori II (K-II) di lingkungan Pemkot Samarinda terus bekerja keras mengungkap dugaan manipulasi data. Tim yang terdiri atas Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat Daerah (Itda) itu juga telah melakukan beberapa kali pemeriksaan. Termasuk para Kepala Sekolah (Kepsek) yang diduga ikut memuluskan aksi manipulasi data tersebut.


Salah satu kepala sekolah (Kepsek)mengungkapkan, pemeriksaan ini dilakukan mengingat sebagian besar pegawai K-II di kota ini adalah tenaga pendidik. Karena, dirinya belum lama menjabat sebagai kepala sekolah. dipastikan dugaan manipulasi data yang terjadi di sekolahnya, dilakukan kepala sekolah sebelum dirinya.


"Kami diminta keterangan terkait pegawai K-II yang diduga melakukan manipulasi data. Ya, kami berikan keterangan apa adanya," ujar salah satu kepala SMA di Samarinda Utara, yang meminta namanya tak dipublikasikan.


Sejauh ini, disekolahnya sudah ada pegawai K-II yang sudah mencabut berkas dan menyatakan mengundurkan diri. Hal itu yang membuat dirinya dipanggil Kejari untuk diperiksa terkait permasalahan manipulasi data tenaga honorer ini.


"Di sekolah kami pegawai K-II yang mengikuti seleksi CPNS 2013 lalu ada lima. Ternyata tiga di antaranya sudah mencabut berkas dan menyatakan mengundurkan diri. Sedangkan dua yang lain sedang dicarikan berkas sebagai bukti penguat, karena memang sudah lama mengajar," terangnya.


Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah mengakui soal pemeriksaan intensif. Ia menyebut, setelah hasil pemeriksaan Itda menyebut ada 150 data yang bermasalah, Kejari melakukan penyelidikan lebih lanjut. Bahkan, dipastikan 60 data di antaranya benar-benar bermasalah, sehingga tidak bisa diajukan untuk diangkat menjadi PNS meski sudah dinyatakan lulus seleksi.


"Tapi sebagian besar sudah mencabut berkas. Kalau di BKD ada 12 dan Itda sebanyak empat. Jadi semuanya ada 16. Sementara di Kejari kami tidak tahu pasti. Yang jelas jumlahnya jauh lebih banyak," tutur Syarif (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved