Kendaraan Berat Diminta Lewat Malam Hari
Jalan Ambles, Warga Loa Bakung Cegat Truk dan Trailer


Warga Loa Bakung meminta seluruh kendaraan berat untuk putar balik. Hal ini dilakukan berdasarkan tuntutan warga yang meminta kendaraan berat hanya dapat lewat pada malam hari saja.Warga Loa Bakung meminta seluruh kendaraan berat untuk putar balik. Hal ini dilakukan berdasarkan tuntutan warga yang meminta kendaraan berat hanya dapat lewat pada malam hari saja.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA


Jalan ambles di KH Mas Mansyur memaksa warga turun ke jalan melakukan protes.
Jalan ambles di KH Mas Mansyur memaksa warga turun ke jalan melakukan protes.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 28/04/2014 19:19 WITA
Belum adanya perbaikan mengenai kondisi Jl. KH Mas Mansyur yang ambles akhirnya berbuntut tindakan warga. Dimana kendaraan berat yang lewat Jl. Jakarta diminta untuk melintas pada malam hari sejak pukul 22.00 hingga pukul 06.00 pagi.


Koordinator aksi warga Loa Bakung, Anwar mengatakan, permintaan warga ini diakibatkan banyaknya kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat yang lewat di kawasan Loa Bakung dan Loa Buah. Selama tahun 2014 ini sudah terjadi kecelakaan antara warga dan kendaraan berat yang melintas sebanyak 10 kali.


"Untuk itu kami minta kendaraan berat dapat melintas pada malam hari saja. Karena jika siang hari, resiko kecelakaan cukup tinggi. Belum lagi mengenai debu yang disebabkan kendaraan berat ini," ucap Anwar, kepada mySAMARINDA.


Warga yang mengatasnamakan Pemuda Loa Bakung Samarinda ini sejak pagi kemarin mencegat kendaraan berat di depan IPA PDAM Loa Bakung. Mereka meminta kepada para supir untuk memutar balik dan baru dapat lewat kembali pada pukul 10 malam.


"Aksi ini baru hari ini (kemarin) kami lakukan dan akan berlangsung sampai disetujui oleh pemerintah. Sampai saat ini belum ada komunikasi dengan Pemkot Samarinda," imbuhnya.


Ia menjelaskan, warga hanya menginginkan kendaraan berat saja yang harus melintas pada malam hari. Sementara untuk truk bermuatan kecil masih dapat melintas dan harus mengikuti aturan batas kecepatan. Karena Jl Jakarta tersebut adalah satu-satunya akses jalan dari Pelabuhan Palaran menuju Pergudangan.


"Hanya untuk kendaraan pengangkut bahan bakar dan semen, kami minta dapat mengikuti batas kecepatan yang sudah ditentukan. Sedangkan kendaraan berat lainnya hanya dapat melintas malam hari saja," paparnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hary Parabowo mengatakan, pihaknya belum dapat mengambil tindakan terkait permintaan warga ini. Hal ini akan ia rapatkan dulu dengan berbagai instansi terkait bersama Wali Kota Samarinda.


"Akan ada pembicaraan dengan seluruh pihak terkait masalah ini, paling lambat dalam pekan ini. Kalau bisa mulai dari lurah, camat, Polsekta Sungai Kunjang, serta pelaku dunia usaha juga harus berkumpul. Karena hal ini berdampak pada dunia usaha dan iklim ekonomi di Samarinda," ujar Hary. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved