Master Plan Banjir 2014 Sedang Digodok
Mampukah Samarinda Bebas Banjir?


Warga Samarinda tetap berakvitas ditengah banjir yang terus menghantui kota mereka.Warga Samarinda tetap berakvitas ditengah banjir yang terus menghantui kota mereka.
Photo: MJ


Ruas Jl P. Antasari tertutup banjir akibat hujan deras yang menguyur Samarinda.
Ruas Jl P. Antasari tertutup banjir akibat hujan deras yang menguyur Samarinda.
Photo: MJ

mySAMARINDA.com - 18/12/2013 18:32 WITA
Banjir di Samarinda saat ini memang menjadi kendala terbesar bagi ibukota Kalimantan Timur itu. Diibaratkan sebagai benang kusut, Samarinda sejak beberapa tahun terakhir terus berupaya melepaskan diri dari masalah klasik tahunan itu.


Bahkan, dana puluhan miliar rupiah yang dialokasikan untuk penanganan banjir terus digelontorkan. Seperti diketahui, dari 2011-2013, dana sebesar Rp602 miliar dari Pemprov Kaltim dialokasikan untuk penanganan banjir. Sayang, kinerja lamban dari berbagai pihak didalamnya membuat banjir terus menghantui Samarinda.


Disisi lain, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) saat ini dikabarkan tengah menyusun master plan banjir 2014. Diharapkan dengan adanya master plan itu, banjir di Samarinda bisa teratasi. "Sekarang kami sedang review program pengendalian banjir, sembari menyusun master plan banjir 2014," ujar Budi Tristiyono, Kabid Pengendalian Banjir DBMP Samarinda.


Dalam master plan tersebut, setiap rumah di Samarinda minimal harus memiliki 30 persen sistem drainase serta ruang terbuka. "Kalau sekarang hampir seluruh bangunan tidak ada menyisakan ruang untuk daerah resapan air. Kedepan jika sistem drainase ini ada, aliran air bisa lebih tertata dan terserap," tambah Budi.


Dikatakan Budi, sedimentasi di beberapa kawasan dan maraknya pengupasan lahan untuk bangunan juga menjadi hal yang berpengaruh terhadap titik banjir baru tiap tahunnya. Selain itu, saat ini Pemkot Samarinda juga fokus dalam pembangunan pompa air di Jembatan I Sungai Karang Mumus (SKM) pada 2014, hitungan ini nanti masuk ke Detail Engineering Design (DED). Pompa tersebut akan mengendalikan keluar masuknya air ke SKM.


"Harus dikurangi sedimentasi di drainase, agar aliran air tidak terganggu. Saat ini pemkot juga sedang bagi-bagi kerja dengan pemprov untuk menyelesaikan ini," pungkasnya. (Rid)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved