Pemkot Samarinda Mulai Unjuk Gigi
Mucil! Ijin Pertambangan Perusahaan Ini Dihentikan

Pemkot Samarinda ambil tindakan tegas terhadap perusahaan pertambangan di Kota Tepian yang abaikan himbauan mereka.
Pemkot Samarinda ambil tindakan tegas terhadap perusahaan pertambangan di Kota Tepian yang abaikan himbauan mereka.
Photo: net

mySAMARINDA.com - 30/04/2014 11:15 WITA
Aktivitas pertambangan batu bara CV Limbuh di kawasan Sungai Pinang dihentikan Pemkot Samarinda secara resmi. Penghentian itu diumumkan Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail kemarin siang, usai melakuan evaluasi bulanan terhadap aktivitas pertambangan di seluruh Kota Samarinda.


Perusahaan pertambangan batu bara yang dihentikan operasionalnya karena mengabaikan peringatan Pemkot Samarinda yang meminta untuk menutup lubang pasca operasi di kawasan RT 16 Mugirejo. Sebelumnya, pada Maret lalu, CV Limbuh sudah pernah diingatkan untuk melakukan pembenahan lingkungan.


"Karena tidak menjalankan rekomendasi yang diberikan, jadi evaluasi kita kali ini, statusnya meningkat ke penghentian sementara. Tidak boleh lagi ada aktivitas penambangan CV Limbuh di lapangan," ujar Nusyirwan, kepada MySamarinda, kemarin.


Ia menambahkan, pada evaluasi bulan lalu, ada sekitar empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang juga mendapatkan peringatan serupa. Selain CV Limbuh, ada CV Mutiara Etam Coal, CV Tunggal Firdaus Kaltim, serta PT International Prima Coal (IPC). Namun tiga perusahaan tersebut dinilai telah menjalankan rekomendasi Pemkot. "Makanya bulan ini, hanya CV Limbuh yang kena penghentian sementara," tukasnya.


Selain CV Limbuh yang dihentikan, ada pula PT Energi Cahaya Industritama (ECI) di Palaran dan CV Bismillah Res Kaltim di Samarinda Utara yang mendapatkan peringatan. Apabila tidak mengindahkan peringatan, dua perusahaan pertambangan itu berpotensi untuk dihentikan bulan depan. "Jadi dua perusahaan tadi juga berpotensi akan dihentikan jika tidak mengikuti rekomendasi dari Pemkot," tegasnya.


Diterangkan Wawali, secara keseluruhan sebenarnya ada 52 IUP di Samarinda. Namun karena pengetatan prosedur, termasuk Jaminan Reklamasi (Jamrek) dan royalti, sehingga hanya 23 IUP yang aktif menambang pada tahun ini.


"Nah, tambang-tambang aktif ini yang menjadi fokus perhatian untuk kita awasi. Terutama terhadap yang dihentikan sementara dan dalam status peringatan ini," tegas Nusyirwan. (Rid)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved