Minta Warga Bijaksana
Bakal Ada 500 Kontainer Lewat Jl. Jakarta Pada Malam Hari

Aktivitas lalu lalang kontainer di Jl Loa Bakung yang sempat diprotes warga.
Aktivitas lalu lalang kontainer di Jl Loa Bakung yang sempat diprotes warga.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 30/04/2014 11:38 WITA
Terkait adanya permintaan warga Loa Bakung yang meminta kendaraan berat hanya boleh melintas di Jl Jakarta pada malam hari. Pemkot Samarinda meminta warga lebih bijaksana dalam melihat permasalahan ini dan dapat menahan diri.


Hal ini diungkapkan oleh Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail kepada Radar Kaltim. "Ini memang jadi dilema. Satu sisi warga menilai keinginan mereka cukup ideal, namun tidak ideal bagi lancarnya arus barang," ucap Nusyirwan.


Karena dalam limit delapan jam, lanjutnya, mulai pukul 22.00 malam hingga 06.00 pagi itu justru akan terjadi penumpukan kendaraan besar pengangkut kontainer. Karena di Samarinda, saat ini sudah ada sekitar 500 kontainer yang hilir mudik mengangkut kebutuhan barang di Kota Tepian.


"Dengan konsekuensi sudah adanya pelabuhan besar, maka arus barang juga meningkat. Jadi pada malam hari akan ada 500 kendaraan berat yang melintas di Jl Jakarta. Apa itu tidak menambah kemacetan," paparnya.


Untuk saat ini, Camat, Lurah dan Dinas Perhubungan (Dishub) dibantu dengan pihak kepolisian diminta oleh Pemkot untuk melakukan komunikasi secara intens kepada warga Loa Bakung. Karena kondisi yang diminta oleh warga tersebut sangat tidak memungkinkan untuk dikabulkan.


"Paling tidak harus ada yang menjelaskan kepada warga mengenai urgensi jalur transportasi kontainer tersebut. Saya minta semua pihak bisa berpikir jernih, dalam batas waktu delapan jam itu sudah pasti tidak cukup," tuturnya.


Diakui Nusyirwan, aspirasi masyarakat memang tidak bisa diabaikan begitu saja. Namun kepentingan masyarakat yang lebih luas, terkait pemenuhan kebutuhan barang juga tidak bisa ditinggalkan.


Dengan tertahannya kendaraan berat tersebut, dipastikan tak hanya berpengaruh pada kemacetan lalu lintas. Tetapi juga berdampak pada ekonomi. "Intinya tinggal pengaturan saja. Bagaimana supaya dua kepentingan ini tidak saling berbenturan," tukasnya.


Hingga siang kemarin, aksi warga Loa Bakung tersebut masih terus berlanjut dengan mencegat kendaraan berat di depan IPA PDAM Loa Bakung. Warga meminta kepada para supir untuk memutar balik dan baru dapat lewat kembali pada pukul 10 malam.


Hal ini hanya dikhususkan untuk kendaraan pengangkut kontainer saja, sementara kendaraan pengangkut bahan bakar, elpiji dan semen masih dapat lewat. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved