Banyak Soal Yang Bikin Mereka Bingung!
Melihat Siswa Sekolah Luar Biasa di Samarinda Ikuti UN SMP


Dua dari empat siswa dari Sekolah luar biasa (SLB) Ruhui Rahayu yang terletak di Jalan Pelita, mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SMPN tahun 2014.Dua dari empat siswa dari Sekolah luar biasa (SLB) Ruhui Rahayu yang terletak di Jalan Pelita, mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SMPN tahun 2014.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA


Dibimbing dengan salahsatu tenaga pengajar, salahsatu siswa sekolah luar biasa ini tampak serius menjawab soal yang harus dijawab.
Dibimbing dengan salahsatu tenaga pengajar, salahsatu siswa sekolah luar biasa ini tampak serius menjawab soal yang harus dijawab.
Photo: Hafidz/mySAMARINDA

mySAMARINDA.com - 06/05/2014 07:44 WITA
Sekolah luar biasa (SLB) Ruhui Rahayu yang terletak di Jalan Pelita, mengikutkan empat siswanya pada Ujian Nasional (UN) tingkat SMPN tahun 2014. Keempat siswa tersebut bernama Ainun Malqiah dan Muhammad Sofyan yang menyandang tuna rungu dan Rike Kristina dan I Putu Eka Dewantara penyandang tuna netra.


Kepsek SMPLB A untuk penyandang tuna netra, Janu Ismadi, dimana justru soal yang memakai gambar dan rumus akan mempersulit siswanya dalam menyelesaikan soal. Karena, soal yang bergambar dan rumus kebanyakan tidak timbul. Padahal penyandang tuna netra bergantung dengan perabaan dalam mengerjakan soal. "Sehingga untuk soal seperti itu, siswa kami lebih sering salah menjawab. Gambar dan rumusnya ada, tetapi tidak timbul," ujar Janu.


Hal yang berbeda justru dikatakan Kepala Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) B yang dikhususkan penyandang tuna runggu, Subawo mengatakan, kendala selama ini adalah kurangnya soal bergambar pada UN kali ini. Karena hal itu akan membantu siswa dalam memahami soal yang harus mereka selesaikan.


"Tetapi untuk tahun ini saya belum lihat soalnya secara langsung. Hal ini berdasarkan penagalaman tahun 2013 kemarin, yang alat peraga gambar pada soal sangat sedikit sekali," ucap Subowo, pagi kemarin.


Ia menambahkan, selama ini peserta dari SLB B untuk penyandang Tuna Runggu selalu lulus dalam mengikuti UN. Walaupun nilai yang didapatkan tidak ada yang menonjol dan sangat pas-pasan. Hal ini dikarenakan adanya hambatan komunikasi pada saat proses belajar mengajar di kelas.


"Karena mereka tidak mendengar maka terkadang sering ada salah paham dalam menangkap pelajaran. Hal itu yang membuat pelajaran tidak terserap maksimal oleh para siswa," tuturnya. (ibn)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved