Pasar Ramadhan Mulai Menjamur
Harga Petak Bervariasi, Surganya Kuliner Nusantara


Sehari jelang dimulainya bulan puasa, beberapa pedagang sudah ada yang membuka lapak dagangannya. Tampak seorang ibu berbelanja buah kurma, cemilan khas di bulan puasa Ramadhan.Sehari jelang dimulainya bulan puasa, beberapa pedagang sudah ada yang membuka lapak dagangannya. Tampak seorang ibu berbelanja buah kurma, cemilan khas di bulan puasa Ramadhan.
Photo: Hedly


Jelang buka pada Kamis besok, para pedagang Pasar Ramadhan di kawasan GOR Segiri tampak bersiap menyiapkan lapak mereka.
Jelang buka pada Kamis besok, para pedagang Pasar Ramadhan di kawasan GOR Segiri tampak bersiap menyiapkan lapak mereka.
Photo: Hedly

mySAMARINDA.com - 17/06/2015 17:20 WITA
Sehari jelang bulan Ramadhan, berbagai kawasan disekitar mesjid di Samarinda banyak berubah fungsi menjadi tempat pusat perdagangan. Menjamurnya Pasar Ramadhan ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya.


Fenomena menarik ini memang banyak ditunggu berbagai kalangan masyarakat. Tak hanya umat muslim, berbagai lapisan masyarakat beragama non muslim pun terdapat didalamnya. Ya, pasalnya bermacam aneka jajanan kuliner nusantara dengan mudah didapat.


"Meski saya tidak menjalani ibadahnya karena saya non muslim, dengan adanya pasar ramadhan ini, saya sering belanja disana," tutur warga Samarinda, Viola Margaretha.


Lapak jajanan kuliner tak sebatas hanya menjual makanan dan minuman, berbagai pakaian bahkan mainan untuk anak-anak tersedia tak jarang juga tersedia. Seperti yang tampak di kawasan Komplek GOR Segiri Samarinda. "Iya nih, ini lagi siap-siap untuk besok, tapi saya jual pakaian muslim dan buah kurma saja. Istri yang jual kue (sembari menunjuk lapak istri didepannya). Kami menyewa dua tempat selama bulan Ramadhan," urai Rudi Susanto, salahsatu penjual.


Untuk membuka lapak tersebut, harganya bervariasi dan tak mudah. "Kami kan nggak cuma buka di sini (GOR Segiri), anak saya jualan juga di Pasar Ramadhan di mesjid di Samarinda utara, harganya variasi mas, mulai ratusan ribu sampai jutaan, tergantung berapa banyak lapak yang dibuka," pungkas pria yang mengaku sudah berjualan di Pasar Ramadhan sejak tahun 2008 lalu. (AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved