Fokus Kembangkan Pembinaan Usia Dini
Tolak Pembekuan, Menpora Malaysia Dinilai Lebih Elegan

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin (kanan) menolak melakukan intervensi berlebih kepada federasi sepak bola di negaranya. Melalui kementerian yang dipimpinnya, dirinya justru fokus mengembangkan pembinaan usia
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin (kanan) menolak melakukan intervensi berlebih kepada federasi sepak bola di negaranya. Melalui kementerian yang dipimpinnya, dirinya justru fokus mengembangkan pembinaan usia
Photo: nst.com.my

mySAMARINDA.com - 18/06/2015 13:33 WITA
Usai dipermak 6 gol tanpa balas Palestina dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 beberapa hari lalu, sepak bola Malaysia kini dalam tekanan. Sama halnya di Indonesia, FAM (PSSI-nya Malaysia) menjadi target utama atas hasil buruk tersebut.


Bahkan, ajakan untuk melakukan perombakkan terhadap federasi sepak bola tertinggi di Malaysia itu, disampaikan langsung kepada Menteri Belia dan Sukan (Menpora) Malaysia, Khairy Jamaluddin.


Namun, berbeda dengan Menpora RI Imam Nahrawi yang terlalu dalam menyikapi polemik sehingga Indonesia terkena sanksi FIFA, imbas pembekuan olehnya. Khairy Jamaluddin justru menolak langkah tersebut. "Banyak yang tak paham dengan meminta saya melakukan perombakkan persatuan olahraga (sepak bola). Tapi itu bukan bidang kuasa pemerintah," kicaunya melalui akun @Khairykj di linimasa.


Tak hanya itu, Khairy beranggapan bahwa jika pihaknya terlalu ikut campur urusan FAM, dirinya khawatir justru hal tersebut bakal membuat Malaysia dirugikan, mengingat sewaktu-waktu bisa di banned FIFA. "Persatuan baru? terus Malaysia bisa digantung oleh FIFA. Marilah pikir implikasi dulu," sahutnya lagi.


Masih menurut pria kelahiran 10 Januari berusia 39 tahun itu, pemerintah Malaysia lebih condong memilih mendirikan sebuah tempat pembinaan usia dini bernama NFDP Malaysia ketimbang masuk memperkeruh situasi federasi sepak bola negara mereka.


NFDP ini adalah singkatan dari National Football Development Programme. Sesuai namanya, NFDP menjadi tempat bagi anak Malaysia berusia 7-13 tahun yang tertarik meningkatkan kemampuan mengolah si kulit bundar dengan bimbingan pelatih profesional berlisensi AFC.


NFDP juga bekerja sama dengan berbagai akademi sepakbola, sekolah sepak bola, sekolah keolahragaan di berbagai daerah di Malaysia sehingga membentuk kerangka tim muda yang terbaik. Mereka juga rajin mengirimkan tim mereka bertanding melawan berbagai klub di Eropa.


Salahsatunya, sejak akhir Mei lalu hingga 20 Juni mendatang, NFDP menggelar program jelajah eropa, Jerman dan Spanyol. Tim yang diturunkan adalah usia 13 tahun. Tentu, ini sebuah kesempatan menarik bagi tim junior mereka beruji tanding dengan tim seperti Bayern Munich U-13, Red Bull Salzburg U-13, Augsburg U-13, TSV 1860 Munich U-13 serta Rayo Vallecano U-13, Sevilla FC Academy dan banyak lagi.


Tak hanya itu, akhir Juni nanti mereka masih disibukkan dengan berbagai event internasional seperti turnamen internasional junior, Iber Cup di Estoril. Terbaru, Malaysia U-13 menang 6-3 atas Spanyol Selection U-15. Setidaknya hasil itu bisa mengobati luka tim senior mereka sehabis dihajar Palestina 6-0. "Ini baru harimau," urai Khairy Jamaluddin bangga.


Langkah Menpora Malaysia dalam menyelesaikan anjloknya prestasi di negara tersebut, membuatnya dirinya dipuji. Akun twitter klub Pusamania Borneo FC (PBFC), @PusamaniaID, bahkan secara terang-terang membandingkan Khairy Jamaluddin dengan Imam Nahrawi. "Cara @Khairykj (Menteri Pemuda & Olahraga Malaysia) menyikapi polemik sepak bola Malaysia lebih elegan dibanding Menpora RI @imam_nahrawi," tulis klub jawara Divisi Utama Liga Indonesia 2014 itu. (AHS)

Twit Postingan @PusamaniaID Kepada Menteri Olahraga Malaysia dan Indonesia
 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved