Dikeluhkan Karena Bikin Macet
PKL Pasar Rahmat dan RS Aws Digaruk Satpol PP


Senin siang, sejumlah petugas Saptol PP Kota Samarinda melakukan pembongkaran di dua titik. Tindakan ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga akibat melubernya aktifitas para PKL hingga menyebabkan kemacetan.Senin siang, sejumlah petugas Saptol PP Kota Samarinda melakukan pembongkaran di dua titik. Tindakan ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga akibat melubernya aktifitas para PKL hingga menyebabkan kemacetan.
Photo: Ist


Tindak tegas, Satpol PP Kota Samarinda lakukan penertiban terhadap PKL yang membandel.
Tindak tegas, Satpol PP Kota Samarinda lakukan penertiban terhadap PKL yang membandel.
Photo: Ist

mySAMARINDA.com - 29/06/2015 20:46 WITA
Satpol PP Kota Samarinda terus mengambil tindakan tegas terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di lokasi yang dianggap menyalahi aturan. Setelah memastikan kawasan Tepian Mahakam khususnya di sekitar taman yang baru ditata rapi itu steril dari aktivitas PKL, kini giliran lokasi lain yang disasar.


Seperti yang dilakukan Senin siang (29/6), mereka menyambangi Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda Ilir. PKL yang berjualan di pinggir sekitar kawasan Pasar Rahmat jadi sasaran. Dalam waktu seketika, PKL di sana juga diusir mundur agar berjualan di bagian dalam. hal ini dilakukan agar tak mengganggu kenyamanan warga lain. Khususnya para pengguna jalan yang kerap mengeluh akibat kemacetan.


"Kita juga kasih surat edaran terkait Perda Nomor 19 tahun 2001 tentang penataan PKL di Kota Samarinda. Jadi kalau besok-besok kami temukan pelanggaran lagi, maka tidak ada lagi ampunan," ujar Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Makmun Andi Nuhung di sela-sela kegiatan penertiban kemarin.


Setelah dari Jalan Lambung Mangkurat, Satpol PP bergeser ke Jalan dr Sutomo, Samarinda Ulu. Sasarannya sama, yakni para PKL yang berjualan di sekitar kawasan Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) dan Komplek RSUD AW Sjahranie. Tindakan yang sama juga mereka lakukan di sana, terutama dengan membongkar sejumlah tenda dan menyita beberapa peralatan agar pemiliknya mau bertangggung jawab.


"Hari ini kita hanya sekadar bongkar sebagian dulu. Selanjutnya, kita kasih waktu dua hari sesuai surat edaran agar mereka bisa membongkar sendiri. Kalau sampai tidak digubris, maka kita yang akan bongkar paksa," ancam Makmun. (*/AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved