Wew! Pemkot Samarinda Terlilit Utang
Defisit Hampir Rp 1 Triliun, Balaikota Terancam Disegel

Geliat pembangunan di Kota Samarinda terus dikebut. Namun, isu belum dibayarnya para kontraktor oleh Pemkot Samarinda memanaskan situasi.
Geliat pembangunan di Kota Samarinda terus dikebut. Namun, isu belum dibayarnya para kontraktor oleh Pemkot Samarinda memanaskan situasi.
Photo: undas.co

mySAMARINDA.com - 14/07/2015 13:43 WITA
Kabar tak sedap dialami Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda jelang Idulfitri 1436 H/2015 M. Ya, berembusnya kabar utang-piutang di Kantor Balaikota menjadi penyebabnya.


Seperti diketahui, beberapa hari terakhir Pemkot Samarinda diserbu kontraktor yang mulai geram karena tak kunjung dibayar. Dari informasi terakhir, jumlah dana belum disalurkan Pemkot Samarinda kepada para rekanan tersebut mencapai Rp 200 miliar .


Kisruh ini bermula akibat beban anggaran Samarinda yang semakin membengkak dari perkiraan. Alhasil, terjadi selisih antara pendapatan dan belanja daerah yang mencapai Rp 1,3 triliun. Defisit pun naik Rp 827 miliar dari defisit APBD murni Rp 487 miliar.


Permasalahan ini semakin memanas, setelah pengesahan Perubahan APBD 2015 pada Jumat (10/7) lalu dibatalkan, akibat bengkaknya anggaran. Jika eskekutif dan legislatif saat itu menyetujui untuk melunasi, bisa dipastikan defisit Samarinda akan semakin bertambah besar.


Reaksi pun bermunculan dari para kontraktor, beberapa ruas jalan protokol di Samarinda juga dipenuhi spanduk yang berisikan tuntutan pelunasan dari pemkot sebelum hari raya Idulfitri. Jika hal itu tak juga dipenuhi, pihaknya berencana menduduki balai kota dan melakukan penyegelan.


Menanggapi hal itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Zulfakar Noor menerangkan utang tersebut merupakan tanggung jawab Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai penanggung jawab kegiatan.


Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itupun meluruskan kabar bahwa persoalan ini bukanlah ranah TAPD. Selain itu, terkait tudingan pemkot berutang, dirinya menekankan perlu ada klarifikasi dan verifikasi administrasi oleh jajaran SKPD.


"Saya tidak mengerti utang-utang itu. Secara umum, saya selaku ketua panggar menyarankan kalau itu memang utang, dibayar. Itu sudah saya sampaikan. Kalau tidak cukup, nominalnya dikurangi," ujar pria berkacamata itu. (Kape/AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved