Pelayanan Masih Memble!
Menengok Kinerja Pemkot Samarinda di 2013


Dana Rp 650 miliar dari APBD Kaltim dikucurkan cuma untuk mengatasi banjir di Kota Samarinda.Dana Rp 650 miliar dari APBD Kaltim dikucurkan cuma untuk mengatasi banjir di Kota Samarinda.
Photo: net


Salahstau bentuk protes warga terhadap melempennya pelayanan Pemkot Samarinda.
Salahstau bentuk protes warga terhadap melempennya pelayanan Pemkot Samarinda.
Photo: net

mySAMARINDA.com - 03/01/2014 07:21 WITA
Tahun 2014 menjadi tahun keempat masa kepemimpinan Wali Kota Syaharie Jaang dan Wakil Wali Kota (Wawali) Nusyirwan Ismail di Kota Samarinda. Apa yang sudah dibenahi? Dan masalah apa yang masih membebani warga ibukota ini. Berikut catatannya.


Jauh sebelum APBD 2013 diketok oleh DPRD Kota Samarinda pada akhir 2012, Jaang dan Nusyirwan sudah gembar-gembor jika peningkatan infrastruktur jalan berupa program semenisasi jalan akan menjadi prioritas pembangunan yang dilakukannya.


Benar saja, selama tahun ini tak kurang dari ratusan titik jalan lingkungan yang sudah disemen. Entah itu berasal dari biaya Pemkot Samarinda ataupun bantuan dari Pemprov Kaltim. Jalan rusak yang menjadi keluhan utama warga Samarinda selama 2011 hingga 2012, lambat laun teratasi. Lebih dari setengah anggaran pengeluaran untuk membiayai belanja langsung habis untuk menyemen jalan-jalan.


Sampai di sini, Jaang dan Nusyirwan mungkin sudah bisa merealisasikan janjinya, kendati pun sebenarnya belum semua jalan bisa mulus dalam waktu setahun. Ruas Jalan Lambung Mangkurat, mungkin satu dari beberapa contoh proyek Pemkot Samarinda yang sangat dikeluhkan.


Tapi masalah kota jelas bukan soal jalan rusak saja. Sebagai kota yang menuju metropolis, dengan penduduk mencapai 1 juta jiwa, banyak problema yang harus segera diatasi. Dari banyaknya masalah itu kemacetan dan banjir mungkin yang paling menyita perhatian. Maklum, dua masalah ini memang langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat. Banjir dan macet bahkan menjadi nilai minus terhadap pelayanan langsung yang didapatkan masyarakat Samarinda dari pemerintah.


Dua masalah ini pun menjadi senjata bagi kalangan aktivis dan media untuk menyerang kinerja Pemkot Samarinda sepanjang 2013. Apalagi, banjir yang menerjang justru terjadi pada akhir tahun, yang secara tidak langsung menghapuskan kenangan akan keberhasilan yang sudah dilakukan Jaang-Nusyirwan selama satu tahun terakhir. Padahal, kalau mau dicatat, berbagai prestasi di level daerah maupun nasional berhasil digondol Pemkot Samarinda.


Macet mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan macet jadi momok menakutkan warga Samarinda.
Macet mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan macet jadi momok menakutkan warga Samarinda.
Photo: net

Penghargaan sebagai Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda, penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Lalu lintas dan penghargaan sebagai kota koperasi, merupakan beberapa dari prestasi yang ditorehkan Pemkot Samarinda di bawah kendalai Syaharie Jaang sebagai wali kota selama 2013.
Ibarat panas setahun, dibalas dengan ujan sehari. Itulah yang terjadi. Pengharaan-pengharaan itu tak lebih hanya sekadar pajangan yang tak berbekas sama sekali, seolah tersapu oleh keganasan banjir yang menerjang sebagian besar wilayah kota.


"Apalah artinya prestasi kalau pelayanan tidak beres sama sekali," di korban keganasan banjir dan terjebak macet di mana-mana. Kalau sudah begini, apa lagi yang bisa dibanggakan dari prestasi-prestasi itu kalau bukan untuk memenuhi halaman kontrak Pemkot Samarinda di berbagai media dan untuk menambah pajangan piala dalam lemari Balaikota.


Kegalauan masyarakat akan kinerja Pemkot Samarinda memang sangat beralasan. Di saat daerah-daerah lain mengeluhkan minimnya suplai dana untuk membereskan masalah mereka, di Samarinda justru sebaliknya. Tak kurang dari Rp 1 triliun anggaran untuk mengatasi banjir di Kota Samarinda yang dikucurkan untuk tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun terakhir.


Sayang, besarnya dana itu sama sekali belum mampu mengatasi masalah. Alih-alih banjir bisa berkurang, yang ada genangan air justru semakin luas.


Kalau dana habis lantas hasilnya tidak terlihat, mungkin ada yang salah dari perencanaan. Tapi kalau dana besar tidak bisa dibelanjakan sama sekali, berarti kesimpulannya memang tidak bisa bekerja. Jadi siapa yang salah?


2013 seharusnya menjadi masa paling penting bagi Jaang untuk merealisasikan janji-janji yang diucapkan pada masa kampanye pada 2010 silam. Maklum, tahun depan sudah memasuki tahun politik. Semester pertama 2014 nanti akan ada dua agenda besar, yakni Pemilu Legislatif dan Pilpres. Semester dua 2014, hiruk-pikuk Pilwali yang digelar 2015 pasti sudah terasa atmosfernya. Kalau sudah begini, masih bisa duet Jaang-Nusyirwan bekerja maksimal untuk menuntaskan pembangunan?


Sayangnya, 2013 dilalui begitu-gitu saja. Prestasi yang cukup mentereng cuma menyilaukan mata para pejabatnya. Tidak dengan pelayanan langsung yang dirasakan masyarakat. Masalah yang terjadi juga masih yang itu-itu saja. Dibilang tidak ada kemajuan mungkin terlalu arogan. Tapi dibilang sudah ada yang dibenahi, juga terasa sangat lebay.


Biarlah masyarakat yang menilainya sendiri. Yang jelas, kalau angka sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) menjadi ukuran kinerja, berarti secara persentase, Pemkot Samarinda baru mampu menuntaskan pembangunan kurang dari 25 persen. Karena sampai sekarang, silpa 2013 Samarinda diprediksi masih pada angka Rp 1 triliun dari total APBD Rp 2,3 triliun. Tapi sudahlah, kita tidak akan bermain pada angka-angka.


Mau prestasi banyak atau tidak yang diraih Pemkot selama tahun ini, itu sama sekali tak akan membantu masyarakat. Yang jelas resolusi 2014 titik banjir di Samarinda harus bisa berkurang, syukur-syukur kinerja Pemkot bisa lebih baik lagi, tidak malah disibukkan dengan padatnya agenda politik termasuk persiapan Piwali satu tahun berikutnya. Selamat berkarya, selamat tahun baru! (@arrahmanamin)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved