Pasokan Aman Hingga Akhir Tahun
Kaltim Terbebas dari Krisis Daging Sapi

Masyarakatnya lebih suka konsumsi daging sapi lokal, krisis daging sapi tak terjadi di Kalimantan Timur.
Masyarakatnya lebih suka konsumsi daging sapi lokal, krisis daging sapi tak terjadi di Kalimantan Timur.
Photo: net

mySAMARINDA.com - 12/08/2015 06:54 WITA
Kabar dibeberapa daerah di Indonesia seperti di ibukota negara, Pulau Jawa dan Sumatera yang mengalami kelangkaan daging sapi rupanya tak dialami Kaltim.


Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kaltim H Dadang Sudarya menerangkan stok daging sapi di Kaltim, diperkirakan mampu bertahan hingga akhir tahun 2015. "Tidak, kita tidak terkena krisis daging sapi karena Kaltim hanya memasok sapi lokal bukan sapi impor," katanya.


Di Kaltim, khususnya pasar tradisional dan pedagang masakan sudah terbiasa dan menyukai daging sapi lokal. Sedangkan, impor daging beku hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar modern (swalayan), rumah makan (catering besar) serta hotel dan perusahaan.


Diterangkan Dadang, ketersediaan daging sapi di Kaltim masih melebihi kebutuhan (demand). Misalnya, ketersediaan sapi potong sebanyak 14.408 ekor setara 2.262 ton daging, sementara kebutuhan masih sekitar 14.050 sapi atau 2.206 ton daging.


Meski konsumsi daging di Kaltim setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, para pelaku usaha di subsektor peternakan ini tak khawatir, pasalnya mereka mengandalkan pasokan sapi lokal, sehingga ketersediaan daging selalu ada dan harga tetap stabil. Beda hal, kelangkaan daging sapi di kota-kota besar di Indonesia terjadi karena daerah-daerah tersebut memasok daging sapi impor.


Dengan sikap pemerintah yang membatasi pasokan sapi impor, kelangkaan daging sapi pun tak bisa dihindari, alhasil harganya pun meroket. Kondisi ini semakin diperparah oleh perilaku importir atau feedloter (pelaku usaha penggemukan sapi potong impor) yang menahan sapi-sapi impor dikandang yang diperkirakan mencapai 230 ribu ekor.


"Kaltim tidak terpengaruh dengan pembatasan kuota sapi impor. Walaupun harga sempat terjadi kenaikan namun sejak akhir Ramadhan hingga saat ini harganya kembali turun. Sebelumnya Rp135 ribu per kg, sekarang berada pada kisaran Rp110 ribu hingga Rp125 ribu per kg," pungkas Dadang. (PRO/AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved