Kasus Terorisme Menurun
Di Kaltim, Kewaspadaan Harus Tetap Dilakukan

Seorang anak berusia di India membentangkan kertas bertuliskan stop terorism.
Seorang anak berusia di India membentangkan kertas bertuliskan stop terorism.
Photo: kanshaforlife/net

mySAMARINDA.com - 22/09/2015 03:46 WITA
Direktur Pencegahan Terorisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamidin mengatakan pada 2015, kasus terorisme relatif menurun. Meski demikian, bukan berarti tidak ada potensi serangan terorisme pada masa-mendatang, sehingga kewaspadaan harus tetap dilakukan.


Pada dialog kebangsaan dan pencegahan radikalisme dan terorisme berbasis kegamaan yang dilaksanakan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim yang dilaksanakan di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9), Hamidin menerangkan terjadi perubahan fenomena. Jika dulu pendekatan yang dilakukan kelompok terorisme untuk merekrut anggota baru, hanya dengan pendekatan agama. "Sekarang, selain agama juga dengan pendekatan ekonomi," terangnya.


Hal itu lanjut Hamidin, bisa dilihat dari apa yang dilakukan oleh gerakan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Mereka mengajak masyarakat ekonomi sangat lemah dengan tingkat keagamaan yang kuat. Para pengangguran juga menjadi target kelompok ini. Kelompok- kelompok masyarakat seperti itulah yang direkrut.


Biasanya dijanjikan pekerjaan atau dibawa untuk beribadah umroh serta kegiatan keagamaan lain. Awalnya, jihad seolah ditempatkan paling bawah. Tapi pada saat sudah bergabung dalam kelompok ISIS, jihad dibalik menjadi posisi paling atas.


"Pola-pola seperti itulah yang mereka lakukan untuk merekrut anggota baru. Karena itu, dengan adanya dialog kebangsaan ini sangat penting karena melibatkan tokoh-tokoh agama. Diharapkan mereka bisa menyentuh masyarakat," paparnya.


Dikatakan, kalau melihat perkembangan teroris sebelumnya telah membagi beberapa wilayah-wilayah, seperti yang telah dilakukan oleh kelompok Jamaah Islmaiah dalam pedoman umum perjuangan Islamiah yaitu wilayah satu untuk wilayah ekonomi meliputi negara Singapura dan Malaysia.


Wilayah II untuk Sumatera sampai perbatasan Indonesia Timur. Wilayah III meliputi Filipina Selatan, Sulawesi tengah sampai ke beberapa wilayah Kalimantan termasuk Kaltim. Wilayah IV meliputi Australia dan Indonesia bagian timur.


Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Yudha Pranoto mengatakan, aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal dan aksi teroris yang mengatasnamankan agama di Indonesia khususnya, sering menimbulkan persinggungan dengan masyarakat maupun kebijakan pemerintah. "Terorisme itu sangat mengganggu ketenangan, keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Yudha.


Kondisi ini harus disikapi secara bijaksana. Tidak terkecuali oleh kalangan tokoh agama yang selama ini sangat dekat dengan umat dan kehidupan umat beragama pada umumnya.


"Saya percaya, para tokoh agama memiliki pandangan yang jelas tentang paham-paham keagamaan dan memiliki cara atau kiat-kiat tertentu dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme melalui pandangan agama," papar Yudha. (PRO/AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved