IPA Gunung Lingai Krisis Air
Dangkal, Waduk Benanga Bakal Dikeruk

Kemarau panjang yang melanda Samarinda membuat Waduk Benanga tampak kering sehingga berimbas terhadap produksi air di IPA Gunung Lingai.
Kemarau panjang yang melanda Samarinda membuat Waduk Benanga tampak kering sehingga berimbas terhadap produksi air di IPA Gunung Lingai.
Photo: Dok. Humas

mySAMARINDA.com - 08/10/2015 10:17 WITA
Terganggunya distribusi air dari PDAM, terutama bagi warga yang selama ini mengandalkan pasokan air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lingai di Sungai Pinang menjadi perhatian serius Pemkot Samarinda.


Akibat musim kemarau berkepanjangan, produksi air bersih pada IPA berkekuatan 200 liter per detik untuk 20.000 pelanggan di kawasan itu kini mengalami kendala pasokan air baku, sehingga debet air dari waduk Benanga di Samarinda Utara itu mengalami penurunan.


Karena itu, begitu mendapatkan laporan dari PDAM terkait itu, jajaran petinggi Pemkot Samarinda langsung meninjau lokasi. Bahkan Walikota Sjaharie Jaang sempat terkaget saat mengetahui air di sana hampir kering dan tak bisa mengalir menuju intake.


Dirinya pun langsung memerintahkan bawahannya untuk segera mengambil tindakan cepat demi memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga. "Saya minta supaya secepatnya diupayakan agar sumber air bakunya tetap tersedia biar produksi air di IPA Gunung Lingai berjalan normal," katanya memberikan arahan.


Dirinya juga memerintahkan kepada DBMP untuk bisa membantu pengerukan terhadap endapan lumpur di sana. Terutama di bagian muara menuju intake agar airnya bisa mengalir normal dan produksi air bersih tetap berlangsung.


"Bereskan di sini (waduk Benanga) dulu, baru nanti diarahkan ke lokasi lain. Termasuk di Gang Nibung yang juga memang kita anggap penting dalam upaya pengendalian banjir," paparnya.


Diakuinya, memang pengerukan di lokasi lain juga penting. Namun di Benanga untuk saat ini dianggapnya sangat penting dan mendesak. Karena menyangkut kebutuhan air minum bagi 20.000 pelanggan di kota ini. Apalagi saat ini musim kemarau, sehingga menjadi ancaman serius.


"Semuanya penting, tapi kita pilah mana yang paling penting di antara yang penting tadi. Jadi mohon pengertian warga. Karena air bersih ini menjadi kebutuhan dasar warga, sehingga harus kita tangani lebih cepat," terangnya. (KOT/AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved