Peran Pemerintah Daerah Diharapkan
Sedih! Tenaga Penyuluh KB di Kaltim hanya 320 Orang

Tenaga penyuluh KB di Kaltim dinilai kurang sehingga diharapkan peran serta pemerintah daerah untuk merekrut tenaga baru di sektor tersebut.
Tenaga penyuluh KB di Kaltim dinilai kurang sehingga diharapkan peran serta pemerintah daerah untuk merekrut tenaga baru di sektor tersebut.
Photo: huffingtonpost

mySAMARINDA.com - 09/10/2015 08:50 WITA
Pelaksanaan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) Provinsi Kaltim, masih terkendala dengan ketersediaan tenaga lapangan penyuluh KB, khususnya di beberapa kabupaten/kota.


Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim H Yenrizal Makmur, dengan tenaga penyuluh KB hanya tinggal 320 orang dari 700 orang dinilai sangat kurang. "Berkurangnya tenaga penyuluh ini disebabkan pelbagai hal, seperti pensiun, meninggal dunia, juga banyak dimutasi ke tempat lain," katanya.


Untuk itu pihaknya berharap ada kerjasama dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk bisa melakukan perekrutan tenaga penyuluh. "Sehingga pelaksanaan program KB bisa dilaksanakan secara maksimal. Khususnya daerah yang masih kurang tenaga penyuluh KB-nya," tambah Yenrizal.


"Sinergitas dengan pemerintah kabupaten dan kota sangat kita harapkan untuk bisa melakukan perekrutan tenaga penyuluh KB. Terlebih sampai Desember 2016 kebijakan tersebut masih kewenangan bupati atau walikota, bukan kewenangan BKKBN. Kewenangan BKKBN baru berlaku mulai 1 Januari 2017, hal itu berdasarkan dengan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah," paparnya.


Karena masih kewenangan daerah, maka diharapkan bupati maupun walikota bisa melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah tenaga penyuluh, kalau memang masih kurang, maka pemerintah daerah berhak melakukan perekrutan tenaga penyuluh.


"Mumpung masih ada waktu, diharapkan kepala daerah bisa mendukung program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK), dengan pemenuhan tenaga penyuluh KB,"paparnya.


Dikatakan, penyuluh KB merupakan ujung tombak pengelola KB dilini lapangan, dimana tugas dan fungsinya adalah juru penerang pada keluarga dan masyarakat luas terkait dengan program KB.


Selain itu, penyuluh KB juga merupakan salah satu komponen penting dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, juga sebagai indikator kemajuan yang telah dicapai oleh sauatu daerah. "Oleh karena tugas dan fungsi penyuluh KB sangatlah penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam berbagai penyuluhan program KB," ujarnya. (PRO/AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved