Krisis Berkepanjangan Ekonomi Dunia
Tingkat Hunian Hotel di Samarinda Menurun Drastis

Hotel Mesra di Jalan Pahlawan, salahsatu hotel bintang 4 di Samarinda.
Hotel Mesra di Jalan Pahlawan, salahsatu hotel bintang 4 di Samarinda.
Photo: Ist

mySAMARINDA.com - 10/10/2015 08:31 WITA
Krisis berkepanjangan yang membuat ekonomi global terus melorot tajam, dan diperparah dengan nilai index saham Cina yang turun drastis memicu ketakutan global. Imbasnya, beberapa ekonomi negara tetangga seperti Indonesia pun terkena dampaknya.


Maklum, krisis ekonomi yang melanda Cina sebagai kekuatan ekonomi global terbesar ke-2 di dunia sekaligus negara yang terkenal dengan ekspor komoditinya ini membuat beberapa negara khawatir, termasuk Indonesia.


Bahkan di Indonesia, tak hanya Jakarta yang terkena imbas krisis dunia. Daerah lain, seperti Samarinda juga mulai terkena dampaknya. Salahsatu sektor yang merasakannya adalah perhotelan. Parahnya, di Jogjakarta, pihak hotel terpaksa harus merumahkan karyawannya untuk menghemat anggaran.


Dengan terus menurun ekonomi dunia seperti saat ini, okupansi atau tingkat hunian di Samarinda pada tahun 2015 menurun drastis atau kalah dibanding tingkat hunian di tahun-tahun sebelumnya. "Rata rata tahun ini 76 persen okupansi per hari. Tahun lalu 86 persen, dan tahun 2013 98 persen atau hampir full tiap hari," beber perwakilan Hotel Aston Samarinda, belum lama ini.


Padahal sebelum ini, industri perhotelan di Samarinda mengalami lonjakkan yang luar biasa. Hal itu terbukti dengan menjamurnya hotel berbintang di ibukota Kalimantan Timur itu.


Ekonomi dunia sendiri secara umum merujuk ke ekonomi yang didasarkan pada ekonomi nasional semua negara di dunia. Ekonomi global juga dapat dipandang sebagai ekonomi masyarakat global dan ekonomi nasional, dengan menilai ekonomi masyarakat setempat, sehingga menciptakan satu ekonomi global.


Ekonomi dunia ini dapat dievaluasi dengan berbagai cara, tergantung model, seperti penilaian yang dipakai dapat direpresentasikan menggunakan mata uang tertentu, misalnya dolar AS atau euro.


"Tapi dengan kurs dolar yang tidak menentu seperti sekarang, bahkan rupiah cenderung terus melemah, imbasnya sangat kami rasakan," ungkap Tajudin, pengusaha perhotelan di Samarinda. (AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved