Bukan Wajib Militer
Oktober, Indonesia Berlakukan Program Bela Negara

Mulai Oktober ini, warga Indonesia dibawah 50 tahun akan mengikuti program Bela Negara untuk mengenalkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air
Mulai Oktober ini, warga Indonesia dibawah 50 tahun akan mengikuti program Bela Negara untuk mengenalkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air
Photo: Fachrul B. Pratama

mySAMARINDA.com - 13/10/2015 11:10 WITA
Rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melatih 100 juta rakyat Indonesia untuk program Bela Negara ditanggapi beragam banyak kalangan.


Namun, Menhan Ryamizard Ryacudu berdalih, program Bela Negara bukanlah wajib militer, seperti yang dilakukan Singapura dan Koreo Utara. Dirinya juga menegaskan tidak meniru negara seperti Singapura dan Korea Utara yang mewajibkan rakyatnya mengikuti pendidikan dan pelatihan militer.


"Ini untuk menumbuhkembangkan cinta tanah air, rela berkorban, berupa latihan fisik dan psikis. Batasan umur 50 ke bawah, ini never ending process, sejak PAUD hingga perguruan tinggi," ujar Menhan Ryamizard. "Bela Negara salah satu bentuk disiplin pribadi yang akan membentuk disiplin kelompok, seterusnya disiplin nasional," tambahnya.


Dari sini terlihat perbedaan antara Bela Negara dan sistem wajib militer di sejumlah negara. Di Indonesia bela negara lebih ke mengenalkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Bukan dididik untuk menjadi kombatan dan masuk ke unit-unit militer selama masa wajib militer yang umumnya digelar selama dua tahun.


Adapun usia warga negara Indonesia yang akan diikutsertakan pada program Bela Negara adalah mereka yang berusia dibawah 50 tahun. Warga sipil yang mengikuti program ini akan dilatih selama sebulan.


Lalu mereka mendapat kartu bela negara. Program Bela Negara ini rencananya akan digelar pertama kali pada 19 Oktober mendatang. "Tembak menembak itu nomor dua ratus. Hanya organisasi atau bangsa disiplin yang akan menjadi besar," tambahnya dia.


Diterangkan Mayjen Hartind Asrin selaku Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, materi Bela Negara nantinya meliputi, pemahaman empat pilar negara, sistem pertahanan semesta dan pengenalan alutsista TNI.


Juga ditambah lima nilai cinta tanah air, sadar bangsa, rela berkorban, dan pancasila sebagai dasar negara. "Fisik cuma baris berbaris saja. Rohaninya yang kita isi dengan jiwa nasionalisme," jelasnya. (AHS/*)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved