Starting Eleven Harus Pakai Dua Pemain U-21
Aturan Sepihak Mahaka Disentil PBFC

Skuad Pesut Etam memadukan kekuatan pemain muda dan senior pada gelaran Piala Jenderal Sudirman.
Skuad Pesut Etam memadukan kekuatan pemain muda dan senior pada gelaran Piala Jenderal Sudirman.
Photo: Fachrul B. Pratama

mySAMARINDA.com - 07/11/2015 12:21 WITA
Piala Jenderal Sudirman (PJS) yang dioperatori oleh Mahaka Sports and Entertainment membuat peraturan baru perihal penggunaan pemain.


Mahaka meminta agar klub memasukan 2 pemain yang berusia dibawah 21 tahun dalam susunan starting eleven. Hal ini seperti diterangkan pihak operator dalam manajer meeting di Century Park Hotel, Jakarta, Jumat (7/11) kemarin.


Menurut Mahaka, aturan ini dibuat agar klub memperdulikan faktor pembinaan usia muda, meskipun ajang ini hanya berskala turnamen.


"Dua pemain dibawah usia 21 tahun harus masuk starting eleven. Kami Berniat demikian agar klub peduli dengan pembinaan usia dini," tutur Hasani Abdul Gani, CEO Mahaka.


Dikonfirmasi mengenai aturan ini, Pusamania Borneo FC (PBFC) melalui Presiden klub, Nabil Husein Said Amin tidak mempermasalahkan. Pasalnya, skuad Pesut Etam yang diturunkan pada gelaran PJS ini, hampir setengahnya dihuni oleh pemain usia muda.


"Secara tim kami tidak masalah, karena di skuad kami saat ini banyak dihuni pemain muda, contohnya Terens Puhiri dan Arphani. Kebetulan ini juga masuk dalam program jangka panjang kami terkait pembinaan," terang Nabil Husein Said Amin, Presiden PBFC.


Meski demikian, Nabil mengingatkan kepada pihak operator untuk lebih memperhatikan terkait berbagai kebijakan yang dibuat. Pasalnya, dengan masa persiapan pendek seperti saat ini, tidak semua klub yang mendaftarkan pemain muda untuk turun di PJS.


"Niatnya bagus, kami dukung seratus persen. Tapi alangkah baiknya, kedepannya, sosialisasi terkait hal ini bisa lebih tersusun matang, jangan dadakan, sehingga tidak ada anggapan bahwa operator memaksakan kehendak perihal aturan-aturan yang mereka buat secara sepihak," pungkas Nabil.


Sebelumnya, pembagian grup Piala Jenderal Sudirman juga menuai pertanyaan sejumlah klub. Pasalnya, proses penempatan tim tak melalui drawing melainkan ditentukan sendiri oleh pihak operator.


Dengan dalil, ingin menyajikan pertandingan menarik di tiga grup, CEO Mahaka Sports, Hasani Abdul Gani membenarkan bahwa pembagian grup PJS untuk babak penyisihan dilakukan tanpa proses pengundian.


"Pembagian grup di awal tidak melalui proses pengundian. Jadi kami tentukan sendiri. Prinsipnya kami mau menjadikan pertandingan tontonan menarik," terang pria berkacamata itu. (SAN/AHS)

 

 

 
Berita Lainnya
Politik & Peristiwa   Pemerintahan   Ekonomi & Bisnis   Nasional
Gegara Kritik Banjir via SMS: Walikota Laporkan Warganya ke Polisi
Demi Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean: Satpam di Samarinda Harus Bisa Berbahasa Inggris
 
Soal Pembangunan di Kaltim: Samarinda Optimis Bakal Terdepan
Kabut Asap Makin Pekat dan Berbahaya: Waspada! Kualitas Udara di Samarinda Tidak Sehat
 
Pepper Lunch Hadir di Bigmall: Rasa Nan Aduhay, Warga Samarinda Wajib Coba
Rambah Ibukota Kalimantan Timur
Pepper Lunch Hadir di Big Mall Samarinda
 
Kalahkan Thailand, Dorna Tunjuk Indonesia: Wauw! MotoGP 2017 Digelar di Sirkuit Sentul
'Selamat Datang, Ibu Presiden Megawati': Aduh! Di Korsel, Presiden RI Bukan Jokowi
             
Hiburan   Olahraga   Seni Budaya   Internasional
Pesta Rakyat Terpopuler di Samarinda: Inilah Daftar Kegiatan Festival Mahakam 2015
Undas Singing Contest: Ajang Pembuktian Talenta Terbaik Kota Samarinda
 
Clean Sheet Dua Laga: Kiper PBFC Ajak Fokus dan Rendah Hati
PSM 0-2 PBFC: Bukan Jago Kandang!
 
Jadi Wahana Perekat Keharmonisan Kota Samarinda: Jambore Cabang Kwarcab Samarinda Digelar di KRUS
Peringatan Hari Koperasi ke-68 di GOR Segiri Samarinda: Kualitas Pengurus Koperasi di Kaltim Harus Ditingkatkan
 
Crane Raksasa Jatuh di Mekkah: Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Gerakan Kemerdekaan Picu Situasi Tambah Panas: Umat Muslim di Xinjiang China Dilarang Berpuasa
Copyright © 2013-2018 MySamarinda.com. All rights reserved